Nyetadion Bersih! Aksi Nyata Persib dan Jubelo Sulap 6,5 Ton Sampah Jadi Berkah.

JABAR FOOTBALL – Laga klasik antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta selalu menyajikan drama, tensi tinggi, dan gemuruh tribun yang luar biasa. Namun, di balik sorotan papan skor dan strategi pelatih di lapangan hijau, ada satu “pertandingan” lain yang tak kalah sengit terjadi di area stadion: pertempuran melawan ribuan kilogram sampah.

Dalam laga yang dipadati puluhan ribu Bobotoh tersebut, Persib tidak hanya sibuk mengamankan poin, tetapi juga mengamankan lingkungan. Berkolaborasi dengan mitra pengelolaan sampah, Jubelo, Maung Bandung sukses mencatatkan statistik impresif di luar lapangan: 6,5 ton sampah berhasil dikelola dan diselamatkan agar tidak berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA).

Strategi “Defensive” Melawan Limbah

Mengelola 6,5 ton sampah dalam waktu singkat bukanlah pekerjaan mudah. Jika diumpamakan, volume sampah ini setara dengan berat gajah dewasa yang harus “dijinakkan” dalam satu malam. Jubelo, sebagai mitra strategis, menerapkan taktik yang mirip dengan pressing ketat dalam sepak bola: Pilah, Angkut, dan Olah.

Alih-alih membiarkan sampah tercampur menjadi residu yang merusak, tim operasional bergerak taktis. Sampah yang dihasilkan dari tribun hingga area luar stadion tidak langsung dibuang, melainkan melalui proses pemilahan yang ketat (segregasi).

Botol plastik, kardus makanan, dan gelas plastik dipisahkan dari sisa makanan. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan rantai daur ulang tetap berjalan (circular economy).

Bobotoh: Pemain ke-12 yang Peduli Bumi

Keberhasilan mengelola 6,5 ton sampah ini juga menjadi bukti naiknya “level” suporter. Kampanye #JagaGBLAJagaPersib bukan lagi sekadar slogan. Kesadaran Bobotoh untuk membuang sampah pada tempatnya atau meminimalisir sampah bawaan menjadi assist terbaik bagi tim kebersihan Jubelo.

Langkah ini menegaskan bahwa Persib Bandung bukan sekadar klub sepak bola, melainkan institusi yang sadar akan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di saat klub lain mungkin masih berjuang dengan isu ketertiban, Persib dan Jubelo sudah melangkah jauh memikirkan keberlanjutan bumi.

Kemenangan melawan Persija mungkin memberikan kebanggaan di hati, tetapi keberhasilan mengelola 6,5 ton sampah memberikan napas lega bagi bumi. Persib menang, lingkungan pun menang.

Bagikan Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *