JABAR FOOTBALL – Magnet sepak bola Indonesia kembali bergetar saat mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG), Layvin Kurzawa, akhirnya menampakkan batang hidungnya di sesi latihan perdana Persib Bandung. Kehadirannya di lapangan bukan sekadar latihan biasa, melainkan sebuah pernyataan besar bagi ambisi Maung Bandung di musim ini.
Namun, di balik antusiasme tersebut, pelatih Bojan Hodak justru menunjukkan sikap yang sangat kontras: penuh perhitungan dan ogah terburu-buru.
Sentuhan Pertama di Bumi Pasundan
Kurzawa resmi mencicipi rumput lapangan latihan Persib dengan penuh semangat. Dalam sesi tersebut, pemain asal Prancis ini terlihat mulai beradaptasi dengan ritme permainan tim serta cuaca di Bandung. Hodak sendiri memberikan apresiasi terhadap kemauan Kurzawa untuk segera membaur dengan rekan-rekan setimnya.
Meskipun kualitas teknis pemain kelas dunia ini tidak perlu diragukan, Hodak menyadari bahwa sepak bola bukan hanya soal skill, melainkan juga kebugaran fisik yang prima.
Misi ke Solo Tanpa Sang Mega Bintang
Harapan Bobotoh untuk melihat debut kilat Kurzawa saat melawan Persis Solo harus tertunda. Pelatih asal Kroasia tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa Kurzawa tidak termasuk dalam rombongan pemain yang diboyong ke Solo.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mendasarinya:
- Risiko Cedera: Hodak menekankan bahwa memaksakan pemain yang belum mencapai level kebugaran 100% adalah perjudian besar. Mengingat rekam jejak dan intensitas liga yang tinggi, risiko cedera menjadi pertimbangan utama.
- Belum Siap Tanding: Secara fisik, Kurzawa masih memerlukan waktu untuk mengejar ketertinggalan level kebugaran dari pemain lain yang sudah berkompetisi sejak awal musim.
- Proses Adaptasi: Hodak ingin Kurzawa benar-benar “nyetel” dengan skema taktikal tim sebelum diterjunkan ke dalam ketatnya atmosfer pertandingan resmi.
Kapan Debutan PSG ini Akan Beraksi?
Pertanyaan “Kapan debut Kurzawa?” menjadi topik paling hangat di kalangan suporter. Hodak memberikan sinyal bahwa sang pemain akan menjalani program latihan khusus selama tim bertandang ke Solo. Alih-alih membawanya sebagai penghangat bangku cadangan, tim pelatih memilih membiarkan Kurzawa fokus pada pengembalian kondisi fisik di Bandung.
“[Kurzawa] tidak dibawa karena harus berlatih dan tidak bisa hanya datang lalu bermain. Mereka bisa cedera jika melakukan itu,” ungkap Hodak diplomatis.
Kehadiran Layvin Kurzawa adalah investasi besar bagi Persib. Keputusan Bojan Hodak untuk memarkirnya sementara waktu menunjukkan manajemen risiko yang cerdas. Persib lebih memilih menunggu Kurzawa benar-benar siap meledak di lapangan daripada memaksakan debut prematur yang berisiko merugikan sang pemain di kemudian hari.
Untuk saat ini, Bobotoh harus sedikit bersabar menunggu sang bek kiri berkelas dunia ini mengenakan seragam biru di pertandingan resmi.