Semangat Spiritual Maung Bandung: Mengetuk Pintu Langit untuk Takhta Juara

JABAR FOOTBALL – Di bawah langit Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang teduh, Persib Bandung sejenak melaksanakan acara yang jauh dari hiruk-pikuk taktik dan latihan fisik. Menjelang fajar Ramadan 1447 H dan krusialnya putaran kedua Super League serta babak 16 besar AFC Champions League Two, Pangeran Biru memilih bersimpuh dalam doa bersama pada Selasa siang.

Mengusung tajuk “Menuju Ramadan, Menuju Puncak, Menuntaskan Juara”, acara ini menjadi momen refleksi kolektif. Stadion yang biasanya bergemuruh oleh sorak-sorai Bobotoh, kali ini diselimuti suasana syahdu saat Ustaz Hilman Fauzi menyampaikan siraman rohani yang menyentuh sanubari para pemain dan manajemen.

Sinergi Elemen Jawa Barat

Kegiatan ini menegaskan posisi Persib bukan sekadar entitas olahraga, melainkan representasi kultural dan sosial Jawa Barat. Di tengah lapangan, tampak jajaran tokoh penting berbaur dengan skuat tim, perwakilan Bobotoh, hingga anak-anak yatim piatu.

Hadir memberikan dukungan moral, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, didampingi tokoh sentral Persib Umuh Muchtar (Manajer & Komisaris), serta Kuswara S. Taryono (Komisaris PT PBB). Kehadiran lintas elemen ini memperlihatkan satu visi: Persib adalah rumah besar bagi kebersamaan.

Mengetuk Pintu Langit

Haji Umuh Muchtar, dalam sambutannya yang emosional, mengingatkan bahwa kekuatan fisik saja tidak cukup untuk mengarungi kompetisi yang panjang dan melelahkan.

“Kami memohon rida Allah SWT agar langkah Persib di sisa musim ini dilancarkan. Di bulan yang penuh berkah nanti, kami berharap ada energi tambahan bagi tim untuk tetap fokus dan konsisten. Mohon doanya, semoga gelar juara kembali pulang ke Bandung,” ujar sosok yang akrab disapa Wak Haji tersebut.

Senada dengan Umuh, Wagub Erwan Setiawan juga menekankan bahwa kekuatan Persib terletak pada karakter. “Sepak bola adalah tentang nilai kebersamaan. Doa ini adalah ikhtiar kita agar tim diberi kesehatan dan kekompakan. Kami ingin Persib menang tidak hanya di papan klasemen, tapi juga menang dalam sikap dan keteladanan,” tuturnya.

Jejak Kebaikan di GBLA

Sebagai bentuk nyata dari nilai “Menuju Ramadan”, Persib tidak hanya memohon untuk kepentingan tim, tetapi juga menebar manfaat. Melalui penyerahan donasi secara simbolis kepada Panti Asuhan Muhammadiyah, manajemen dan pemain menunjukkan bahwa keberhasilan sejati adalah saat kita mampu berbagi dengan sesama.

Acara doa bersama ini menjadi titik tolak baru. Dengan niat yang lurus dan dukungan spiritual yang kuat, Persib Bandung kini melangkah menuju fase krusial kompetisi dengan kepala tegak, hati yang tenang, dan keyakinan penuh untuk menuntaskan misi menjadi yang terbaik di tanah air maupun di level Asia.

Bagikan Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *