JABAR FOOTBALL – Sepak bola sering kali mengajarkan bahwa tim terbaik di atas lapangan tidak selalu pulang membawa piala. Malam itu, di partai puncak PNM Liga Nusantara 2025/2026, Dejan FC merasakan betapa kejamnya adu nasib dari titik putih.
Meski harus merelakan gelar juara kepada RANS Nusantara FC setelah kalah dramatis 3-4 dalam babak adu penalti, Dejan FC telah memenangkan hati para pendukungnya lewat pertunjukan mentalitas baja dan daya juang tanpa lelah.
Dominasi yang Terbentur Keberuntungan
Sejak peluit kick-off dibunyikan pada Minggu sore (8/2), Dejan FC tampil bukan sebagai tim yang inferior. Menghadapi RANS Nusantara FC, klub yang dikenal memiliki sumber daya besar, pasukan Dejan FC justru menunjukkan kolektivitas permainan yang solid.
Sepanjang waktu normal hingga babak perpanjangan waktu, pertahanan Dejan FC tampil disiplin mematahkan gelombang serangan lawan. Di sisi lain, serangan balik cepat mereka beberapa kali membuat lini belakang RANS ketar-ketir. Skor kacamata yang bertahan hingga 120 menit usai adalah bukti sahih bahwa Dejan FC mampu mengimbangi, bahkan menetralisir strategi lawan. Tidak ada gol yang tercipta bukan karena tumpulnya lini depan, melainkan karena ketatnya pertarungan taktik di lini tengah di mana Dejan FC bertarung memperebutkan setiap jengkal rumput.
Neraka di Titik Putih
Ketika laga harus ditentukan lewat drama adu penalti, atmosfer stadion berubah mencekam. Adu penalti selalu disebut sebagai lotre yang kejam, dan malam itu, dewi fortuna tampaknya enggan tersenyum pada Dejan FC.
Dalam babak “tos-tosan” ini, tekanan mental menjadi musuh utama. Para algojo Dejan FC telah berusaha menunaikan tugasnya dengan maksimal. Namun, dalam drama yang berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan RANS tersebut, perbedaan tipis antara mistar gawang dan tepisan kiper menjadi pembeda antara tawa dan air mata.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Dejan FC tidak kalah dalam permainan terbuka. Mereka tidak didikte, mereka tidak hancur. Mereka hanya kurang beruntung dalam satu momen krusial yang sempit.
Lebih dari Sekadar Runner-Up
Gelar juara mungkin terbang ke kubu RANS Nusantara, namun apresiasi tertinggi layak disematkan kepada skuad Dejan FC. Menjadi runner-up di kompetisi sekeras PNM Liga Nusantara 2025/2026 bukanlah pencapaian remeh.
Perjalanan mereka menuju final adalah bukti konsistensi. Kekalahan di final ini bukanlah akhir, melainkan sebuah batu loncatan. Dejan FC telah membuktikan bahwa mereka memiliki fondasi tim yang kuat, mentalitas petarung, dan potensi besar untuk menguasai kompetisi di musim-musim mendatang.