JABAR FOOTBALL – Garudayaksa FC berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2025/2026 setelah menumbangkan PSS Sleman di partai final. Laga sengit yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB tersebut harus ditentukan melalui drama adu penalti dengan kemenangan 4-3 untuk Garudayaksa, usai kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Babak Pertama Milik Garudayaksa
Skuad Garudayaksa asuhan pelatih Widodo C. Putro tampil sangat efektif sejak awal pertandingan. Mereka berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-23 lewat aksi Alfin Kelilauw. Memanfaatkan umpan panjang, Alfin menggunakan kecepatannya untuk menyundul bola mendahului sergapan kiper PSS, Ega Rizky, dan menceploskannya ke gawang yang kosong.
Memasuki menit ke-35, Garudayaksa sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Wasit menunjuk titik putih untuk keuntungan tim tamu setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Striker Everton Nascimento yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses mengecoh Ega Rizky. Skor 2-0 menutup jalannya babak pertama.
Comeback PSS Sleman Lewat Tocantins
Tertinggal dua gol di kandang sendiri, tim “Super Elang Jawa” meningkatkan tempo serangan di babak kedua. Upaya skuad asuhan Ansyari Lubis membuahkan hasil di menit ke-61 ketika Gustavo Tocantins berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah menerima umpan tarik dari Saiful Djoge.
Pada menit ke-76, Tocantins sempat kembali merobek jala Garudayaksa, namun gol tersebut dianulir wasit karena sang pemain berada dalam posisi offside. Saat kemenangan Garudayaksa seakan sudah di depan mata, Tocantins benar-benar menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan. Di masa injury time (90+2′), striker asal Brasil tersebut mencetak gol keduanya (brace) dengan memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Skor imbang 2-2 memaksa laga dilanjutkan ke babak extra time.
Drama Adu Penalti yang Mendebarkan
Selama 2×15 menit perpanjangan waktu, kedua kesebelasan gagal menciptakan gol tambahan, sehingga penentuan juara harus diselesaikan dari titik putih.
Di awal adu penalti, Garudayaksa sempat berada dalam tekanan saat penendang pertama mereka, Everton Nascimento, gagal melaksanakan tugasnya setelah tembakannya melambung ke atas gawang.
Namun, arah angin langsung berubah berkat penampilan gemilang kiper Garudayaksa, Yoewanto Stya Beny. Ia tampil sebagai pahlawan dengan menepis dua tendangan dari algojo PSS Sleman, yakni Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins yang notabene adalah bintang PSS di waktu normal. Di sisi lain, sisa eksekutor Garudayaksa sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Skor akhir adu penalti 4-3 memastikan Garudayaksa FC membawa pulang trofi juara Pegadaian Championship. Meski menelan pil pahit kekalahan di kandang, PSS Sleman beserta Garudayaksa FC sama-sama telah mengamankan tiket promosi untuk berlaga di kasta tertinggi Super League pada musim 2026/2027 mendatang.