JABAR FOOTBALL – Pertarungan sengit terjadi di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Minggu sore (25/1/2026), saat Garudayaksa FC sukses menundukkan tamunya, PSMS Medan, dalam lanjutan pekan ke-17 Liga 2 Championship. Laga yang diwarnai intervensi VAR dan gol di menit-menit akhir ini berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah, sekaligus menodai rekor tak terkalahkan pelatih anyar PSMS, Eko Purdjianto.
Babak Pertama yang Alot
Sejak peluit ribut dibunyikan, PSMS Medan tampil menekan dan mencoba mendominasi permainan. Skuad berjuluk Ayam Kinantan tersebut berupaya mengurung pertahanan tuan rumah, namun disiplinnya lini belakang Garudayaksa membuat skor kacamata (0-0) bertahan hingga turun minum.
Di sisi lain, Garudayaksa FC bukannya tanpa perlawanan. Mengandalkan kecepatan Andik Vermansah dan Feby Eka di sektor sayap, serta ketajaman Everton di lini depan, tuan rumah beberapa kali merepotkan barisan pertahanan PSMS lewat skema serangan balik, meski belum membuahkan hasil di 45 menit pertama.
Drama VAR dan Aksi Saling Balas Gol
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat tajam. Publik tuan rumah sempat bersorak ketika Andik Vermansah menggetarkan jala PSMS setelah menerima umpan matang dari Everton. Namun, euforia tersebut tak berlangsung lama. Wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), yang memperlihatkan adanya pelanggaran berupa dorongan oleh Everton terhadap bek PSMS, Erwin Gutawa, sebelum gol terjadi.
Justru tim tamu yang berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Bermula dari sepak pojok yang dieksekusi Dani Saputra, Felipe Cadenazzi sukses memenangkan duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang. PSMS Medan unggul 0-1.
Tertinggal satu gol membuat Garudayaksa FC merespons dengan cepat. Pelatih Khamid Mulyono menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih agresif. Upaya ini berbuah manis ketika Everton membayar lunas kesalahannya sebelumnya. Memanfaatkan umpan tendangan bebas, ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan terukur.
Petaka di Masa Injury Time
Pertandingan seolah akan berakhir imbang hingga wasit memberikan tambahan waktu yang cukup panjang, yakni 12 menit. Di momen krusial inilah mentalitas tuan rumah berbicara.
Sebuah kesalahan fatal di lini tengah PSMS Medan harus dibayar mahal. Taufik Hidayat, yang melihat celah di pertahanan lawan, melakukan aksi solo run memukau sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper PSMS. Gol tersebut membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan memastikan tiga poin penuh bagi Garudayaksa FC.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi PSMS Medan. Selain gagal menyalip posisi Persiraja Banda Aceh di papan klasemen Grup A, kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi pelatih Eko Purdjianto sejak menukangi tim. Sebelumnya, Eko sukses membawa PSMS meraih kemenangan impresif melawan Adhyaksa FC dan Persiraja.
Sementara bagi Garudayaksa FC, kemenangan dramatis ini menjaga asa mereka untuk terus bersaing di papan atas babak Championship Liga 2 musim 2025/2026.***