JABAR FOOTBALL – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bergemuruh hebat pada Minggu malam (25/1/2026). Bukan hanya karena kemenangan atas PSBS Biak, melainkan karena kejutan besar yang disiapkan manajemen Persib Bandung. Sesaat setelah laga usai, Persib secara resmi memperkenalkan dua amunisi pertahanan baru: Layvin Kurzawa dan Dion Markx.
Pengumuman ini dilakukan dengan cara yang spektakuler. Di tengah euforia kemenangan, lampu stadion dipadamkan dan sorot mata penonton langsung mengarah kepada videotron untuk memperkenalkan dua sosok yang akan menjadi tembok baru bagi sang pemuncak klasemen.
Layvin Kurzawa: Bintang Dunia di Sisi Kiri
Perekrutan Layvin Kurzawa menjadi salah satu transfer paling fenomenal dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pemain yang lama merumput di kasta tertinggi Eropa ini didatangkan untuk mengisi pos bek kiri Persib.
- Pengalaman Elite: Kurzawa merupakan mantan penggawa Paris Saint-Germain (PSG) selama hampir satu dekade (2015–2024). Ia juga tercatat memiliki 13 caps bersama Timnas Prancis.
- Prestasi Mentereng: Koleksi gelarnya mencakup 5 trofi Ligue 1 Prancis dan ia merupakan bagian dari skuad PSG yang mencapai Final Liga Champions 2020.
- Gaya Main: Dikenal sebagai bek sayap modern yang sangat agresif. Statistiknya di PSG menunjukkan ia bukan hanya tangguh bertahan, tapi juga produktif dalam memberikan assist dan mencetak gol.
Meski datang dengan reputasi mentereng sebagai mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG), manajemen Persib Bandung memilih langkah yang realistis. Layvin Kurzawa secara resmi hanya dikontrak hingga akhir musim 2025/2026.
Bos Persib menegaskan bahwa ada syarat khusus yang harus dipenuhi Kurzawa jika ingin mendapatkan kontrak baru di musim mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sang pemain benar-benar dalam kondisi siap tempur:
- Kebugaran Fisik: Mengingat riwayat cederanya dalam beberapa musim terakhir di Eropa, manajemen akan memantau ketat kondisi fisik Kurzawa.
- Kontribusi Nyata: Pemain berusia 33 tahun ini ditargetkan mampu memberikan dampak instan pada performa tim di sisa putaran kedua.
- Opsi Perpanjangan: Manajemen menyertakan klausul perpanjangan otomatis jika Kurzawa mampu mencapai target menit bermain atau performa yang telah disepakati hingga akhir musim nanti.
Dion Markx: Tembok Muda Berkarakter Eropa
Jika Kurzawa membawa pengalaman, Dion Markx hadir sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat jantung pertahanan Maung Bandung. Pemain naturalisasi muda ini diproyeksikan menjadi pilar lini belakang sekaligus aset bagi Timnas Indonesia.
- Latar Belakang: Dibesarkan di akademi sepak bola Belanda, NEC Nijmegen, dan terakhir membela TOP Oss.
- Profil Fisik: Memiliki postur menjulang setinggi 188 cm, Markx sangat unggul dalam duel udara, sebuah atribut yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi penyerang-penyerang asing di Liga 1.
- Kelebihan Teknis: Sebagai bek modern lulusan Belanda, ia memiliki kemampuan ball-playing defender yang mumpuni, artinya ia sangat tenang dalam melakukan operan pendek maupun jauh untuk membangun serangan dari bawah.
Menuju Dominasi Super League
Langkah Persib mendatangkan dua pemain ini sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya. Dengan Kurzawa di sisi sayap dan Dion Markx di posisi bek tengah, lini pertahanan anak asuh Bojan Hodak diprediksi akan menjadi yang paling sulit ditembus di kompetisi musim ini.
Kehadiran dua pemain dengan pengalaman internasional ini diharapkan tidak hanya meningkatkan performa tim, tetapi juga menaikkan level profesionalisme dan standar permainan di kancah BRI Super League. Kini, tantangan besar ada di tangan pelatih Bojan Hodak untuk meramu strategi terbaik agar kedua pemain baru ini bisa langsung menyatu dengan skema tim.