Kalah 3-2 dari Lion City Sailors: Persib Bandung Tunda Kelolosan ke Babak 16 Besar ACL 2

JABAR FOOTBALL – Persib Bandung dipaksa menunda ambisi mereka untuk mengamankan tiket ke Babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) setelah takluk 3-2 dari tuan rumah Lion City Sailors FC (LCS). Hasil ini mengejutkan, mengingat data statistik pertandingan menunjukkan dominasi mutlak yang gagal dikonversi oleh Maung Bandung.

Kontras Statistik: Dominasi Tanpa Efek

Pertandingan yang berakhir 3-2 ini mencatat LCS unggul berkat gol Thy (9′), Anuar (62′), dan Lopes (71′), sementara gol balasan Persib dicetak oleh Putros (11′) dan Jung (56′).

Analisis statistik menjadi sorotan utama dalam kekalahan Persib. Meskipun unggul 58% dalam penguasaan bola dan mencatatkan akurasi umpan 84%, efektivitas serangan Persib sangat rendah. Persib melepaskan 22 total tembakan berbanding 6 milik LCS. Lebih lanjut, 9 tembakan Persib menemui sasaran (shots on target), sementara LCS hanya 3.

Kegagalan Persib terletak pada konversi peluang. LCS mampu mengubah tiga tembakan akurat mereka menjadi tiga gol, menunjukkan efisiensi 100%. Sebaliknya, Persib gagal menciptakan satu pun Peluang Besar (Big Chances), menunjukkan bahwa meskipun intensitas tembakan tinggi, kualitas peluang yang dihasilkan tidak cukup membahayakan gawang lawan.

Keunggulan Fisik Tuan Rumah

Kunci sukses Lion City Sailors adalah keunggulan dalam duel fisik dan ketangguhan pertahanan. LCS memenangkan 64% dari seluruh duel dan 61% duel di lapangan terbuka. Dominasi ini tercermin dari kinerja pertahanan mereka: LCS berhasil melakukan 5 blok tembakan dan 25 clearance, secara efektif meredam 33 sentuhan bola Persib di kotak penalti.

Di tengah kekalahan ini, gelandang Persib, Thom Haye tampil sebagai motor penggerak Persib. Gelandang ini menunjukkan kualitas distribusinya dan bertanggung jawab dalam menginisiasi banyak serangan yang menghasilkan 22 tembakan tersebut.

Dengan hasil ini, Persib Bandung wajib memanfaatkan laga tersisa untuk segera memastikan tiket kelolosan. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting mengenai perlunya efektivitas dan kemampuan memenangkan duel-duel fisik di kompetisi level Asia.***

Bagikan Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *