JABAR FOOTBALL – Jagat sepak bola Indonesia kembali diguncang oleh kedatangan pemain kelas dunia. Layvin Kurzawa, mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan Timnas Prancis, resmi berlabuh di Persib Bandung. Namun, di balik nilai transfer dan taktik di lapangan, ada kisah emosional yang menyentuh hati saat sang pemain diperkenalkan di hadapan ribuan pendukung setia Pangeran Biru.
Tangisan Haru Sang Istri
Momen perkenalan Kurzawa terjadi pada Minggu, 25 Januari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), tepat setelah Persib mengamankan kemenangan 1-0 atas PSBS Biak. Di tengah riuh rendah stadion yang masih dipadati Bobotoh, nama “Kurzawa” menggema berulang kali.
Atmosfer magis di GBLA ternyata memberikan dampak emosional yang mendalam, tidak hanya bagi Kurzawa, tetapi juga bagi keluarganya. Sang pemain mengungkapkan bahwa istrinya tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan sambutan luar biasa tersebut.
“Sungguh luar biasa, keluarga saya juga menyaksikannya dari televisi. Istri saya menangis terharu karena ini sangat luar biasa,” ungkap Kurzawa kepada awak media. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan resepsi sehangat itu, di mana ribuan orang meneriakkan namanya serempak, membuatnya merasa langsung diterima sebagai bagian dari keluarga besar Persib.
Alasan Memilih Maung Bandung
Keputusan Kurzawa untuk merumput di Indonesia tentu memancing rasa penasaran publik. Apa yang membuat pemain yang pernah berbagi ruang ganti dengan Lionel Messi dan Neymar ini memilih Bandung?
Kurzawa secara terbuka mengakui bahwa sebelumnya ia buta mengenai kekuatan Persib. Namun, pandangannya berubah total setelah ia menjejakkan kaki di Kota Kembang.
“Saya lihat fans, saya lihat stadionnya, dan saya lihat kotanya, itu kenapa saya bergabung,” tegasnya.
Ia terkesima dengan fanatisme Bobotoh yang dinilainya “gila” dalam artian positif. Selain itu, keindahan dan suasana Kota Bandung yang sejuk juga menjadi faktor penentu yang mempermudah keputusannya. Baginya, kombinasi antara gairah suporter dan kenyamanan kota adalah paket lengkap yang sulit ditolak.
Merasa di Rumah Sendiri
Adaptasi seringkali menjadi kendala bagi pemain asing, namun tampaknya hal ini tidak berlaku bagi bek kiri berusia 33 tahun tersebut. Sambutan hangat dari rekan-rekan setim, termasuk kapten Marc Klok dan pemain lainnya, serta dukungan manajemen, membuat proses transisinya berjalan mulus.
“Saya sangat senang, seperti di rumah sekarang. Terima kasih kepada semua karena saya bisa merasa seperti di rumah,” ucap Kurzawa dengan antusias.
Kini, fokus Kurzawa adalah mengembalikan kebugaran fisiknya agar segera siap merumput. Dengan pengalaman segudang di Eropa, kehadirannya diharapkan tidak hanya mendongkrak performa tim asuhan Bojan Hodak, tetapi juga menularkan mentalitas juara kepada skuad Maung Bandung.
Kedatangan Kurzawa bukan sekadar transfer pemain, ini adalah bukti bahwa atmosfer sepak bola Indonesia, khususnya di Bandung, memiliki daya magis yang mampu meluluhkan hati bintang dunia.