Tembok Tebal “Maung Bandung”: Kunci Dominasi Persib di Paruh Musim

JABAR FOOTBALL – Ada adagium lawas dalam sepak bola: “Penyerangan memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan memenangkan kejuaraan.” Tampaknya, filosofi inilah yang sedang ditanamkan kuat-kuat oleh Bojan Hodak ke dalam skuad Persib Bandung pada musim kompetisi 2025/2026 ini.
​Berdasarkan evaluasi paruh pertama musim, Persib tidak hanya tampil sebagai tim yang berbahaya di depan, tetapi juga menjelma menjadi benteng yang sangat sulit ditembus oleh lawan. Berikut adalah analisis mengenai solidnya lini belakang Pangeran Biru.

​Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka menyatakan kepuasannya terhadap kinerja lini belakang timnya. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya di mana Persib kerap kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial, musim ini para pemain bertahan menunjukkan disiplin taktik yang luar biasa. ​Hodak menilai bahwa chemistry antar pemain belakang, baik pemain asing maupun lokal sudah terjalin sangat rapi. Mereka tidak hanya membuang bola, tetapi mampu membangun serangan dari bawah (build-up play) dengan tenang. Kepuasan Hodak ini menjadi sinyal positif bahwa Persib telah menemukan formula stabilitas yang selama ini dicari.

Rekor Minim Kebobolan
​Data tidak bisa berbohong. Sepanjang putaran pertama, gawang Persib menjadi salah satu yang paling “sepi” dari gol lawan.
​Minimnya jumlah kebobolan ini bukan hanya kerja keras penjaga gawang semata, melainkan hasil dari sistem pertahanan kolektif. Mulai dari gelandang bertahan yang memutus aliran bola lawan, hingga bek tengah yang lugas dalam duel udara, semua lini bekerja secara harmonis untuk meminimalisir ancaman. Ketangguhan ini membuat Persib menjadi tim yang paling sulit dikalahkan hingga paruh musim berakhir.

​Keangkeran Laga Kandang
​Solidnya pertahanan Persib semakin teruji saat bermain di hadapan Bobotoh. Stadion kandang Persib kembali menjadi tempat yang angker bagi tim tamu.
​Dominasi laga kandang ini sangat dipengaruhi oleh rasa aman yang diberikan lini belakang. Karena gawang jarang terancam, para pemain depan bisa lebih leluasa dan percaya diri untuk menekan lawan tanpa rasa was-was akan serangan balik (counter-attack). Keseimbangan inilah yang menegaskan posisi Persib sebagai kandidat kuat juara musim ini.

​Paruh pertama musim 2025/2026 menjadi bukti transformasi lini pertahanan Persib Bandung. Di bawah tangan dingin Bojan Hodak, Persib tidak lagi hanya mengandalkan agresivitas, tetapi juga kecerdasan dalam bertahan. Jika konsistensi “Tembok Tebal” ini bisa dipertahankan di putaran kedua, trofi juara bukan hal yang mustahil untuk kembali ke Kota Kembang.

Bagikan Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *