JABAR FOOTBALL, Bogor – Garudayaksa FC harus menerima kenyataan pahit saat menjamu Persib Bandung pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (25/10/2026) malam. Laskar Garudayaksa dipaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 1-2 dalam pertandingan berpotensi poin yang terlepas akibat kartu merah dan gol menit akhir lawan.
Laga dimulai dengan ujian berat bagi tuan rumah. Garudayaksa sempat kesulitan mengembangkan permainan di awal babak pertama akibat tekanan tinggi dari Maung Bandung, yang berbuah gol pembuka Mariano Peralta pada menit ke-15. Meski tertinggal 0-1 hingga turun minum, anak-asuh Garudayaksa tidak kehilangan arah dan terus berupaya membangun kerapian antarlini.
Perubahan gaya bermain di babak kedua membawa angin segar bagi Garudayaksa FC. Tampil lebih berani dan agresif, gempuran Laskar Garudayaksa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 lewat penyelesaian dingin Jayro Jean. Gol penyeimbang tersebut sempat membangkitkan asa seluruh kubu tuan rumah untuk membalikkan keadaan atau setidaknya mengamankan poin di kandang sendiri.
Namun, momok kerugian menghampiri Garudayaksa pada menit ke-84. Pelanggaran keras Aleksandar Busnić memaksa wasit mengecek Video Assistant Referee (VAR) dan berujung kartu merah langsung bagi sang gelandang. Bermain dengan 10 orang membuat organisasi pertahanan Garudayaksa dalam tekanan hebat hingga akhirnya bobol oleh gol Adam Alis di masa injury time (90+1′).
Kekalahan dramatis ini memberikan dampak yang tidak sedikit bagi langkah Garudayaksa FC ke depan. Dari segi posisi di tabel klasemen Super League 2026/2027, kegagalan meraup poin di rumah sendiri membuat Garudayaksa tertahan di papan tengah dan melepas peluang berharga untuk merangsek ke papan atas. Pukulan mental juga menjadi tantangan tersendiri bagi ruang ganti tim setelah perjuangan gigih selama 90 menit sirnah di detik-detik akhir.
Secara teknis, Garudayaksa juga harus menanggung konsekuensi kehilangan Aleksandar Busnić untuk beberapa pertandingan mendatang akibat sanksi kartu merah. Hal ini memaksa tim kepelatihan segera mencari alternatif pengganti di lini tengah demi menjaga keseimbangan tim. Laga ini sekaligus menjadi evaluasi mendalam terkait pentingnya menjaga kedisiplinan serta fokus penuh hingga laga benar-benar usai agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan-pertandingan selanjutnya.