JABAR FOOTBALL – Kekecewaan menyelimuti skuad Persib Bandung setelah harus mengakui keunggulan Madura United pada laga lanjutan Liga 1 yang berlangsung Kamis malam (22/10/2026). Bermain dengan ekspektasi tinggi untuk mengamankan poin penuh, Maung Bandung justru harus bertekuk lutut akibat efektivitas permainan dan kedisiplinan taktik yang ditunjukkan oleh Laskar Sapeh Kerrab sepanjang 90 menit.
Sejak babak pertama dimulai, Persib sebenarnya berusaha mengambil inisiatif serangan dengan menguasai alur bola di lini tengah. Namun, rapatnya barisan pertahanan Madura United membuat barisan depan Persib kesulitan menemukan celah tembak yang bersih. Sebaliknya, tim tamu tampil sangat pragmatis. Mengandalkan skema transisi cepat dari bertahan ke menyerang, Madura United berulang kali berhasil membongkar koordinasi lini belakang Maung Bandung yang agak terbuka saat asyik menekan.
Petaka bagi Persib hadir ketika momentum serangan balik kilat Madura United berhasil dikonversi menjadi gol pembeda. Keunggulan tersebut membuat tempo permainan semakin berada dalam kendali tim tamu. Pada paruh kedua, pelatih Persib mencoba merespons dengan melakukan beberapa pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas serangan. Meski gelombang tekanan terus dilancarkan hingga detik-detik akhir laga, penyelesaian akhir yang kurang tenang serta kokohnya tembok pertahanan lawan menggagalkan seluruh upaya Persib untuk menyamakan kedudukan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah untuk kemenangan Madura United. Hasil minus di laga Kamis malam ini menjadi catatatan evaluasi krusial bagi jajaran pelatih Persib Bandung, terutama dalam membenahi efisiensi peluang dan antisipasi terhadap serangan balik lawan agar dapat segera bangkit pada laga-laga berikutnya.