Lewat Drama Adu Pinalti, Persib kalah di final

JABAR FOOTBALL – Persib Bandung harus puas menjadi peringkat kedua usai kalah dari Persebaya 6-7 (1-1) lewat drama adu pinalti pada partai final Piala Presiden 2026 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026). Di waktu normal kedua tim bermain imbang 1-1. Skor imbang tetap bertahan hingga 2×15 menit babak perpanjangan waktu. Di babak adu pinalti Persib kalah 5-6.

Di lima menit pertama, Persib mendapat tekanan karena Persebaya langsung menerapkan strategi menyerang. Sejumlah peluang mampu diciptakan oleh Bajul Ijo tetapi barisan belakang Pangeran Biru yang dikomandoi oleh Patricio Matricardi mampu bermain solid sehingga dapat menggagalkan peluang lawan.

Di menit 15, penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam melakukan penyelamatan penting dengan menahan tendangan Yuran Fernandes. Dua menit berselang, gawang Maung Bandung kembali mendapat ancaman, untungnya sontekkan Rivera masih menyamping.

Terus menerus diserang, gawang Persib akhirnya bobol di menit ke 19 lewat gol Ramadhan Sananta. Pemain bernomor punggung 9 mampu memanfaatkan umpan silang dari Rachmat Irianto.

Tertinggal satu gol, Persib langsung merespon dengan melancarkan serangan. Empat menit kemudian, Pangeran Biru mampu mencetak gol penyeimbang. Patricio Matricardi memanfaatkan umpan sundulan dari Uilliam Barros saat terjadi kemelut di depan gawang Persebaya. Patricio melepaskan tendangan langsung dari dalam kotak penalti yang tak mampu diamankan oleh kiper Persebaya, Ernando Ari. Kedudukan menjadi 1-1.

Setelah menyamakan skor, Persib mampu menguasai jalannya permainan. Dua peluang mampu diciptakan masing-masing oleh Balsa Sekulic menit 28 tapi tendangannya mampu ditepis Ernando. Sementara sepakan Adam Alis dari luar kotak penalti masing menyamping. Skor imbang 1-1 berakhir hingga jeda laga.

Di babak kedua, kedua tim silih serang untuk mencetak gol keunggulan. Persib memainkan Peralta menggantikan Luka Menalo untuk menambah lini penyerangan. Sementara Persebaya berupaya mengontrol permainan lewat pergerakan Rivera.

Di pertengahan babak kedua, Adam Alis melakukan solo run kemudian melepaskan tendangan dari kotak penalti tetapi bola hasil tendangannya melambung. Persebaya mendapat peluang lewat tendangan bebas, tetapi sepakan Risto Mitrevski masih menyamping di gawang Teja Paku Alam.

Menit 89, Peralta yang bermain di sisi kiri mampu menguasai bola dan menggiring bola kemudian melepaskan umpan ke tengah tetapi tak ada penyerang Persib yang menyambut. Hingga Waktu normal berakhir skor imbang masih bertahan, pertandingan dilanjutkan melalui perpanjangan Waktu.

Pada dua kali lima belas menit perpanjangan Waktu, Persib maupun Persebaya berusaha mencetak gol namun tak ada satu pun peluang yang berbuah gol. Di menit 112, Persib harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Peralta di kartu merah karenai dinilai wasit melakukan pelanggaran keras kepada pemain Persebaya, Rivera. Unggul jumlah pemain, Persebaya terus menyerang tapi pertahanan Persib tetap tangguh dan tak ada tambahan gol. Kedudukan tetap imbang 1-1 hingga perpanjangan Waktu usai. Laga dilanjutkan lewat adu penalti.

Pada babak adu penalti, lima pemain Persib mampu mencetak gol yakni Matricardi, Ramon Tanque, Kakang Rudianto, Julio Cesar, Dedi Kusnandar. Sementara dua penendang lainnya gagal yakni Uilliam Barros yang menjadi penendang pertama dan Hamra Hehanussa yang menjadi penendang ketujuh Persib. di babak adu pinalti, Persib menurunkan Fitrah Maulana yang masuk menggantikan Teja Paku Alam di akhir babak perpanjangan waktu. Fitrah sebenarnya mampu tampil baik dengan menggagalkan tendangan Yuran Fernandes yang menjadi penendang kelima.

Sementara enam penendang Persebaya mampu mencetak gol yakni Perreira, Risto Mitrevski, Yan Kevin Mabella, Diogo, Amorim dan Gledson yang menjadi penentu kemenangan yang menjadi penendang ketujuh. Kiper Persebaya, Reza Arya tampil gemilang dibawah mistar dengan menggagalkan dua eksekutor Persib.

Bagikan Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *