JABAR FOOTBALL – Lanjutan kompetisi bergengsi BRI Super League 2025-26 menyajikan pertarungan sengit antara Persib Bandung berhadapan dengan Bali United FC pada 12 April 2026. Dalam laga krusial yang dilangsungkan pukul 19:00 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini, skuad kebanggaan Jawa Barat sukses membungkam tim tamu dengan skor akhir 3-2. Kemenangan dramatis ini diraih di hadapan 28.932 penonton yang tetap memenuhi tribun meski stadion diguyur hujan dengan suhu 21 °C.
Efektivitas Serangan Patahkan Dominasi Penguasaan Bola
Secara statistik di atas lapangan, Bali United di bawah arahan pelatih Johnny Jansen sebenarnya tampil lebih mendominasi aliran bola. Tim tamu mencatatkan 58% penguasaan bola berbanding 42% milik tuan rumah. Dominasi ini juga tercermin dari distribusi bola, di mana Bali United menorehkan 416 umpan sukses (dengan 65 umpan gagal), sementara Persib mencatatkan 304 umpan sukses (55 umpan gagal).
Namun, efektivitas transisi dan serangan mutlak menjadi milik anak asuh Bojan Hodak. Persib tampil jauh lebih agresif dalam menekan pertahanan lawan dengan melepaskan total 20 tembakan, di mana 7 di antaranya merupakan tembakan tepat sasaran (shots on target). Sebaliknya, lini serang Bali United hanya mampu mengkreasikan 10 tembakan dengan 4 tembakan yang mengarah ke gawang.
Jalannya Pertandingan dan Drama Kartu Merah
Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi dan tensi panas sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit utama M. Erfan Efendi, S.Pd. Berdasarkan rincian kejadian penting, Ramon De Andrade Souza menjadi salah satu aktor penentu setelah sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-29.
Tempo permainan yang cepat membuat duel fisik tak terhindarkan. Tercatat tuan rumah melakukan 11 pelanggaran, sementara Bali United mencatat 7 pelanggaran. Petaka menghampiri benteng pertahanan Persib ketika bek tengah bernomor punggung 48, Patricio Martin Matricardi, harus diusir keluar lapangan karena mendapat kartu merah pada menit ke-65. Secara keseluruhan, tim tuan rumah harus mengantongi 5 kartu kuning dan 1 kartu merah, sedangkan Bali United bermain lebih berhati-hati dengan hanya menerima 1 kartu kuning.
Meski terpaksa bermain dengan 10 orang di sisa waktu babak kedua, determinasi Persib tidak surut. Pertahanan solid dan tekel-tekel krusial (19 tekel sukses milik Persib berbanding 15 milik Bali United) sukses meredam momentum serangan lawan. Daya juang ini membuahkan hasil manis ketika bek tengah Federico Barba turut mencetak gol krusial pada menit ke-87. Laga yang mendapat tambahan waktu 2 menit di babak pertama dan 4 menit di paruh kedua ini pun ditutup dengan kemenangan tipis 3-2 untuk tuan rumah.